in

Perbedaan Bank Konvensional Dan Bank Syariah Sebelum Menambung

Perbedaan Bank Konvensional Dan Bank Syariah
Source : Freepik

MONEYBLINIK.COM – Banking menjadi inti bagi banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat dua tipe utama sistem perbankan yang beroperasi di seluruh dunia: Bank Konvensional dan Bank Syariah. Melalui artikel ini, kita akan membahas perbedaan utama antara bank syariah dan bank konvensional secara mendalam.

Perbedaan Mendasar antara Bank Syariah dan Bank Konvensional

Industri perbankan memainkan peran penting dalam perekonomian global. Dua jenis perbankan yang paling umum adalah Bank Syariah dan Bank Konvensional. Berikut ini kita akan memahami lebih dalam tentang perbedaan sistem operasional antara bank syariah dan bank konvensional.

1. Operasional Bank

Perbedaan operasional antara bank konvensional dan bank syariah terletak pada prinsip-prinsip yang mendasari kegiatan mereka. Berikut ini adalah beberapa perbedaan utama antara keduanya:

Sistem Operasional Bank Konvensional

Bank konvensional beroperasi berdasarkan sistem bunga. Mereka memberikan pinjaman kepada nasabah dan memperoleh keuntungan dari bunga yang dikenakan atas pinjaman tersebut. Ini berarti, nasabah harus membayar jumlah pinjaman ditambah dengan bunga yang telah ditentukan.

2. Perbedaan Prinsip

Sistem Operasional Bank Syariah

Berbeda dengan bank konvensional, bank syariah beroperasi berdasarkan prinsip syariah Islam. Prinsip utamanya adalah menghindari riba (bunga), gharar (ketidakpastian) dan maysir (perjudian).

Bank syariah menerapkan sistem bagi hasil dalam operasionalnya, yang artinya keuntungan atau kerugian dari suatu investasi atau transaksi akan dibagi antara bank dan nasabah.

Perbedaan prinsip kegiatan antara bank konvensional dan bank syariah melibatkan beberapa aspek utama. Berikut ini adalah perbedaan-perbedaan tersebut:

Prinsip Bunga (Riba)

Bank konvensional beroperasi dengan menggunakan sistem bunga, di mana bunga dikenakan pada pinjaman dan diberikan pada simpanan. Sebaliknya, bank syariah menghindari riba dan menggunakan prinsip pembagian risiko dan keuntungan.

Prinsip Keadilan

Bank syariah mendasarkan kegiatan mereka pada prinsip keadilan dan keberlanjutan.

Mereka bertujuan untuk memastikan adanya keseimbangan antara kepentingan nasabah, bank, dan masyarakat secara keseluruhan. Sementara itu, bank konvensional lebih berorientasi pada keuntungan maksimal bagi pemegang saham.

  • Prinsip Larangan Transaksi Haram: Bank syariah mematuhi larangan terhadap transaksi yang dianggap haram dalam Islam, seperti perjudian, alkohol, riba, dan industri yang bertentangan dengan etika Islam. Bank konvensional tidak memiliki pembatasan khusus terkait dengan transaksi semacam itu.
  • Prinsip Penggunaan Dana: Bank syariah memiliki ketentuan khusus dalam penggunaan dana nasabah mereka. Dana harus digunakan untuk kegiatan yang halal dan sesuai dengan prinsip syariah. Bank konvensional tidak memiliki pembatasan semacam itu dalam penggunaan dana.
  • Prinsip Pengawasan dan Akuntabilitas: Bank syariah tunduk pada pengawasan oleh Dewan Syariah Nasional atau otoritas perbankan syariah yang berwenang. Mereka juga harus mematuhi standar akuntabilitas yang ditetapkan oleh prinsip syariah. Bank konvensional diatur oleh otoritas perbankan umum dan tunduk pada peraturan yang berlaku bagi bank secara umum.
Baca Juga:  Cara Daftar Kredivo Agar Disetujui: Dijamin 100% Work

3. Faktor Risiko pada Bank Konvensional

Risiko Kredit

Pada bank konvensional, risiko sebagian besar berada di pihak peminjam. Dalam hal peminjam gagal membayar kembali pinjaman, bank masih berhak untuk mengenakan bunga, yang harus dibayar peminjam tanpa mempertimbangkan kondisi finansial mereka.

Risiko Pasar

Bank konvensional juga menghadapi risiko pasar, yaitu risiko bahwa nilai aset bank akan berkurang akibat perubahan dalam suku bunga, nilai tukar, atau harga sekuritas.

4. Faktor Risiko pada Bank Syariah

Risiko Bagi Hasil

Bank syariah menghadapi risiko bagi hasil, yaitu risiko bahwa keuntungan dari transaksi atau investasi mungkin tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam hal ini, bank dan nasabah membagi untung dan rugi secara bersama.

Risiko Kepatuhan Syariah

Bank syariah juga harus menangani risiko kepatuhan syariah, yang merupakan risiko terkait dengan pelanggaran prinsip-prinsip syariah dalam operasional mereka.

Kesimpulan

Dalam menilai faktor risiko, baik bank konvensional dan bank syariah memiliki risiko yang unik berdasarkan operasional dan prinsip-prinsip mereka. Untuk bank konvensional, risiko utamanya adalah risiko kredit dan risiko pasar.

Sementara itu, bank syariah harus berurusan dengan risiko bagi hasil dan risiko kepatuhan syariah. Pemahaman tentang risiko ini sangat penting bagi individu dan bisnis saat memilih bank.

Written by Bagus Fachri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Teknik Day Trading yang Ampuh untuk Menguasai Pasar Cryptocurrency

Kepanjangan FNB: Memahami Fungsi dan Manfaat yang Ditawarkan